Sebelum ngepost ini gue agak kaget. Waktu gue buka dashboard tumblr, ternyata debunya banyak banget karena hampir seminggu enggak dibuka, hampir 2cm tebalnya. Iya iya, gue emang suka lebay orangnya.

Ehm…

Semua orang pasti pernah merasakan galau. Penyakit yang sebenarnya ada tapi tidak bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan (ini galau apa kentut?) Galau memang sulit men. Gue juga pernah merasakan galau, karena seseorang. Tsaaah… *pipis di celana*

Pada saat seseorang sedang galau mereka ada di posisi dimana pikiran dikuasai oleh perasaan. Itu yang sulit sebenarnya. Menurut gue, pikiran adalah siswati (maaf, sesuatu) yang paling sempurna. Gue pernah diceritakan oleh seorang dokter muda tentang kekuatan pikiran, dia bilang,”Untuk menyembuhkan penyakit dari flu, demam atau pusing sampai penyakit kanker itu obatnya sederhana yaitu berpikir positif.”

Sebagai seorang siswa SMA yang belum 17 tahun (yang pikirannya masih dipenuhi oleh kartun doraemon) tentunya kaget. Kenapa bisa seperti itu?

Lalu si dokter muda tersebut melanjutkan,”Karena penyakit seperti itu tidak terlihat seperti halnya luka, maka dari itu penyembuhannya juga dari dalam. Pada saat dokter memberikan obat pada pasien, mereka memberikan sebuah sugesti bahwa pasien akan sembuh dengan meminum obat ini. Padahal dokter hanya memberikan obat antibiotik saja. Jadi pasien tersebut akan berpikir positif dengan meminum obat itu ia akan sembuh. Kekuatan pikiran yang bekerja.”

Gue cuman bisa mangap tapi gak pake iler. Kurang lebih si dokter muda itu menjelaskan seperti di atas. Jadi kalau demam gak usah minum obat, cuman istirahat lalu berpikir positif kalau kita akan segera sembuh. Fualaaa… Sembuh? Ya gue gak tau, tergantung izin dariNya.

Seperti itu juga galau. Galau itu bisa disembuhkan dengan pikiran positif. Galau disebabkan karena sebuah masalah. Dengan berpikir positif untuk memecahkan masalah tersebut tentunya akan memberikan jalan keluar pada makhluk-makhluk galau. Dan fualaaaaa…. Sudah hepi? Enggak tau juga gue. Sejujurnya gue selalu gagal pada saat mencoba karena mungkin belum terbiasa. Tapi tenang aja, kalau kalian yakin pasti bisa.

“Orang yang keseringan galau bisa jadi galay”, kata Ustadz yang sempat mengisi ceramah pagi Jumat di sekolah gue.

Nah, sekarang hepi…

Ya kalau hepi, emang ada masalah? Hepi ya hepi aja. Udah dulu ah, mau sarapan. Daaaaah….