Laptop PICO gue ceritanya baru diservis setelah berbulan-bulannya lamanya rusak dan terkubur. PICO gue ini LCDnya pecah gara-gara adek main di atas kasur, lalu jatuh dan meninggal. Awalnya gue gak tahu menahu soal pecahnya LCD ini. Sampai suatu malam gue menyalakan laptop terus gue tinggal bentar, pas balik lagi eh ternyata layarnya hancur. Tiba-tiba jantung terasa mau copot. Galau habis-habisan. Ini kenapa kok bisa pecah? Gue bilang ke bokap, seketika itu juga meteor datang mehantam tubuh gue.
Satu minggu yang lalu gue berniat untuk membuat postingan tentang rasa rindu dan kehilangan gue akan si PICO ini. Post itu rencananya akan gue masukin foto PICO dengan layarnya yang hancur. Dengan segenap tenaga, kekuatan, jiwa dan raga, gue memberanikan diri untuk ikhlas menyalakan PICO, melihat kenyataan apapun yang terjadi. Tapi sewaktu gue mencari PICO ternyata bokap sudah duluan membawa PICO ke tukang servis. Omaigat, gue seneng minta ampun. Kehidupan gue akan kembali seperti asalnya. Mantab!
Sekarang gue sudah bisa bersama PICO lagi, kangen dan rindu teramat sangat telah terobati. Jadi gue sekarang nulis naskah, posting blog, download lagu dan video, nonton film dan juga tidur siang pakai PICO. Senangnyaaa…
Nah, gue iseng membuka folder-folder di PICO yang sudah sangat usang dan berlumut. Menyetel lagu-lagu galau karena dulu gue suka mengoleksi lagu galau, kayak Armada, Afgan, Vidi Aldiano, dan lain-lain. Menyetel video-video skate yang totalnya 3 GB lebih. Lalu gue ketemu sama folder bernama “KUMPULAN FOTO2”. Dalam hati gue bilang, “Nostalgia nih.” Gue buka aja tuh folder. Tsaaah… Ada 2 fakta yang gue temukan setelah melihat semua foto-foto, yaitu :
- Gue kurus banget
- Gue alay banget
Berikut adalah beberapa foto-foto gue dulu,

Ini sumpah gue kurus banget. -,- Dan sebenarnya hidung gue gak usah gitu juga.

Foto gue pas kelas 6 SD. Agak tembem, tapi alay. Itu kalungnya gue beli di pasar ahad pal 7.

Ini juga alay sekali. Foto dari atas dan bibir dilipet biar keliatan imut (padahal enggak banget). Memakai kalung tasbih. Kalung ini multifungsi, selain bisa digunakan untuk gaya-gayaan, bisa juga digunakan untuk mengusir hantu.

Padahal muka gue itu minimal banget gantengnya, lalu gue jelek-jelekin lagi malah semakin hancur. Entah kenapa gue hobi banget make kalung tasbih dan kali ini dengan ukuran yang lebih besar. Jadi mirip biksu lupa potong rambut.

Kalau foto sebelumnya alay dengan kamera di atas, kali ini alay dengan kamera di bawah. Tetep, bibir suka dimonyong-monyongin biar imut (padahal menjijikkan).

Yang ini sudah paling wajar, cuman badan gue terlihat sangat kurus dan editan yang sedikit alay.
Setelah gue menyelesaikan postingan ini gue sadar mengenai 2 hal, gue hobi mempermalukan diri sendiri dan gue memilih alay karena alay adalah sebuah pilihan.





