Sedikit nyambung dari post ‘Buat Temen-temen Gueh, Tukang Parkir Gueh, BACA NIH!’…
Gue kemarin sama Ayu pergi ke salah satu rumah sakit. (Enggak, suwer gue gak macem-macem) Tujuan gue disana bukan untuk menjenguk orang sakit atau melakukan hal yang ada di pikiran kalian. You know, gue keturunan Ki Joko Bodo.
Disana gue cuman pengin markir. Doang. Karena males banget markir di mall (ya taulah mall yang mana) Terus pas mau pulangnya, gue agak kesulitan untuk mengeluarkan motor gue yang terjepit. Akhirnya gue minta tolong sama tukang parkir yang lagi duduk ngerokok di sebuah warung. Tukang parkir itu bapak-bapak berumur 42 tahun 3 bulan (You know, gue keturunan Ki Joko Bodo), menggunakan baju kemeja usang biru-putih dan bertampang ‘kasihani-saya-dek’.
Setelah gue panggil bapak itu, dia bergegas menolong gue. Melihat sikap bapak yang terlihat tulus ikhlas membantu gue, gue jadi terharu. Bawaannya jadi kayak di reality show Jika Aku Menjadi Sabtu.
Gue lalu berterima kasih dengan bapak itu.
“Makasih banyak ya pak?”
“Iya deek. Sama-sama dek.” jawab bapak itu dengan penuh keikhlasan. Sekali lagi, gue terharu. Pengin nangis rasanya, tapi gue tahan. Malu dong, masa gue tiba-tiba nangis dihapadan Ayu.
Pesan moralnya: di dunia ini walaupun banyak yang negatif, tetapi sebenernya ada kok yang positifnya. Walaupun banyak orang jahat, tetapi masih ada kok yang orang baik.
(Udah mirip belom sama Mario Teguh?) Iya, Mario Teguh kawin siri sama Ki Joko Bodo, hasilnya ya gue.





