Liburan kemarin, gue dan teman-teman pergi ke sebuah tempat wisata di Kalimantan Selatan, namanya Loksado. Loksado bertempat di gunung, gue enggak tau nama gunungnya apa. Yang pasti disana bisa mandi  di kolam air panas, bermain arung jeram atau bamboo rafting dan juga bermain permainan ‘menghindari anjing dan babi hutan liar’.

Asep and friends berhasil membujuk gue untuk ikut mereka ke Loksado. Pada awalnya gue menolak mati-matian untuk ikut. Gue sudah bosan karena dalam satu tahun, sudah 2 kali pergi ke Loksado. Dengan berbagai macam cara mereka lakukan biar gue mau ikut. Sampai akhirnya mereka datang ke rumah lalu memohon ke gue dan orang tua gue. Serius, gue berasa mau dilamar jadi pasangan seumur hidup. Mereka, terutama Asep, yang paling bacot dan punya alasan macem-macem. Orang tua gue juga padahal enggak setuju. Tapi karena kebacotan mereka, dengan keterpaksaan, gue akhirnya ikut.

Sepanjang perjalanan dari berangkat sampai pulang ke rumah, gak ada yang menarik dan menyenangkan sama sekali. Biasa aja. Bedanya cuman gue bawa oleh-oleh capek dan badan pegal-pegal.

Btw, siapa yang gak tahu dengan LDR? LDR yang suka bikin remaja-remaja labil pada galau itu looh..

Lho? Ini kenapa jadi ngebahas LDR sih?

Terserah gue dong! Yang punya blog juga gue.

LDR, singkatan dari Long Distance Relationship atau bahasa Kamerun-nya Hubungan Jarak Jauh. Hubungan Jarak Jauh adalah hubungan yang dijalani sepasang kekasih berbeda tempat tinggal dengan jarak yang jauh. Misalnya, gue di Banjarmasin sedangkan Katy Perry di Yugloslavia. Kami tidak dapat bertemu karena Long Distance itu tadi, sehingga membuat kami tersiksa kerinduan, atau mungkin lebih tepatnya gue yang tersiksa.

Dari LDR itu, gue mencetuskan sebuah hubungan baru yang sangat fantastis, bombastis dan religius. Hubungan itu bernama: LTNSR (Long Time No See Relationship). Super sekali!

Gue akan memperkenalkan penemuan baru gue ini. Jangan kaget dan jangan bambang, eh bimbang. Biasa ajah pokoke.

LTNSR atau Long Time No See Relationship adalah hubungan yang dijalani sepasang kekasih di tempat tinggal yang masih bisa ditempuh, namun jarang sekali bertemu. Hubungan Lama Tidak Bertemu ini sangat menyiksa dan kadang-kadang membuat kalian nangis di malam minggu.

Menurut Prof. Dr. Ir. Firdaus Ramdhan, S.Kom., S.E., S.Tongtong., LTNSR disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

1. PACAR SUPER SIBUK SEKALI BANGET SUMPAH GAK BOHONG

Saking super sibuk sekali bangetnya, pacar gak bisa meluangkan waktu untuk sekadar makan siang bareng. Bahkan, untuk membalas SMS pun sepertinya sangat susah. Misalnya, gue berpacaran dengan artis sedang naik daun, Natasha Riski. Artis yang sedang naik daun itu biasanya jadwalnya padat, panggilan dimana-mana, syuting tiap waktu. Akhirnya, LTNSR muncul dan pasangan pun membatin.

2. PACAR SUPER SIBUK SEKALI SUMPAH GAK BOHONG

Pacar tipe ini tidak ada bedanya dengan yang di atas. Bedanya cuman enggak pake ‘banget’ aja. Dan akhirnye tetap, menyakitkan..

3. ORANG TUA PACAR GALAK

Kalian sudah mempersiapkan date luar biasa dengan rencana-rencana seperti: baju apa yang digunakan, kemana akan pergi dan bahan-bahan obrolan yang mantab. Setelah semua siap, kalian akan mengajak si doi pergi. Tapi ternyata, orang tuanya melarang kalian pergi jalan-jalan. Rencana yang sudah dipersiapkan tadi gagal seketika dan tentunya enggak ketemuan. You know, itu menyakitkan banget.

4. PACAR CUEK

Ini adalah sebab yang paling menyakitkan. Saking menyakitkannya gue gak bisa menjelaskan dengan kata-kata.

Selain menyakitkan, LTNSR juga menimbulkan rasa kangen yang amat luar biasa. Rasa ini apabila sudah mencapai tingkat maksimal konon bisa membuat pasangan kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari hidung.

Cara mengatasi LTNSR ada 2, namun sangat sulit untuk dilakukan. Cara ini adalah pilihan terakhir bagi pasangan pengidap LTNSR. Dua cara mengatasi LTNSR adalah putuskan pacarmu atau bunuh diri. Sekali lagi, ini adalah pilihan terakhir. Jangan dilakukan apabila kalian tidak mampu untuk melakukannya!

Sekian post ngaco kali ini. Superrr!