Sebelumnya, terima kasih kepada Joel telah memberikan kesempatan kepada gue untuk ngereview postingan blognya yang berjudul “3 tips jitu berpacaran (by: Hana)”. Bagi kalian yang ingin melihat gimana postingannya bisa klik disini.
Jadi gini, gue punya teman kelas cewek yang sangat fenomenal di sekolah di sekolah. Kita sebut saja dia Hana, karena memang itu nama panggilannnya. Hana berpostur tubuh kira-kira 150-160 cm, berkulit sawo matang dan mempunyai kondisi suara yang bisa merusak syaraf telinga pendengarnya kalau sedang teriak. Gue pernah menceritakan Hana di postingan Sir Philips dan Permainan Jodohin Anak Murid.
Suatu siang, saat itu tidak ada tanda-tanda yang membahayakan bagi gue. Tepat pada saat istirahat untuk jam pengayaan di sekolah, Joel sedang mewawancarai Hana. Gue yang duduk di samping Joel dari tadi ngedengerin mereka, tiba-tiba penasaran dan ikutan gabung.
Ternyata, mereka sedang membahas tentang “Kenapa Hana Bisa Menjadi Playgirl? *neguk air liur*
Waktu dulu Hana pernah disakiti oleh pacarnya. Dia bilang, faktor dia me-lima-kan pacarnya itu karena dia dulu pernah diselingkuhi oleh pacar pertamanya, lalu dia berniat untuk membalas dendam dengan pacar yang lain. Ada juga faktor lain, yaitu prinsip yang diberikan oleh ibunya: Koleksi, Seleksi, dan Resepsi.
Koleksi
Pada tahap pertama, dia melakukan yang namanya koleksi atau mengumpulkan lelaki sebanyak-banyaknya dan semampunya. Inilah yang menyebabkan dia me-lima-kan pacarnya. Luar biasa! Sedikit yang gue tahu, pacarnya itu ada yang sudah kerja, ada yang di luar kota dan ada juga kenalan dari Facebook yang sampai saat ini belum pernah ketemuan.
Seleksi
Seleksi adalah tahap kedua, dimana lelaki yang telah dikoleksi tadi disisihkan satu-persatu. Gue enggak tahu standarisasi atau kriteria laki-laki yang disukai Hana seperti apa. Waktu itu dia tidak menjelaskannya, mungkin karena belum menjajaki tahap kedua ini. Dia bilang, “Aku masih di tahap koleksi”.
Resepsi
Semua orang tahu pengertian resepsi itu apa. Yap, pernikahan. Di tahap terakhir ini, setelah menemukan satu-satunya lelaki yang terpilih (gak mungkin kan dia masih men-dua-kan, men-tiga, atau bahkan lebih?), mereka melakukan pernikahan. Dan, hidup bahagia selamanya. Tamat.
Sekian review gue untuk postingan Joel. Luar biasa sekali. Mungkin kalian bisa menjadikan metode di atas sebagai sebuah referensi atau pegangan untuk tetap bertahan hidup dalam menjalani sebuah hubungan perselingkuhan. Apabila kalian sampai kenapa-kenapa seperti misalnya dihukum gantung oleh ‘salah satu’ pacar kalian, jangan mengadu ke gue! Please! Karena itu bukan tanggung jawab gue.
Eits.. jangan cabut dulu. Gue ada cuplikan video saat mewawancarai Hana. Video ini diambil secara diam-diam oleh Joel. Let see this!
Kalo gak nongol, kalian bisa buffer videonya disini.
Karena dialog pada video di atas dalam bahasa Banjar dan mungkin kurang jelas, gue akan menuliskannya dalam bahasa Indonesia dengan sedikit tambahan demi kenyamanan membaca.
Joel : Apa tadi Han tipsnya kalau mau pacaran?
Hana: Pertama, koleksi cowok.
Joel : Artinya itu apa? Banyak-banyakin pacar gitu ya?
Hana : Bener. Lalu diseleksi pacar yang banyak itu tadi, baru resepsi. *sambil senyum*
Joel : *seperti pura-pura bego* Apa itu resepsi?
Hana : Kawiiin…
Joel : Ooh… Kawin.. Haha *ketawa kecil*
Dan tiba-tiba gue nongol ikutan nanya,
Gue : Sekarang kamu lagi di tahap berapa?
Hana : Tahap satu! *masih memasang wajah senyum dan meyakinkan*
Joel : Wah, berarti lagi ngoleksi dong?! Emangnya kamu gak ngerasa bersalah gitu?
Hana : *menggelengkan kepala*
Joel : Kenapa?
Hana : Enggak pasti juga cowok itu setia. Aku rasa cowok gak ada yang setianya.
Joel : Kalau kamu diduain cowok, kamu sakit hati gak?
Hana : Aku udah sering diduain, makanya aku KEBAL.
Joel : Ooh.. Sakit hati ga….
Hana : *memotong kalimat Joel* Nah, karena pacarku yang pertama ngeduain aku, makanya aku balas dendam sama pacar yang lain.
Joel : Gitu ya? Kamu gak mikirin cowok yang misalnya baru pertama kali pacaran lalu sakit hati karena kamu?
Hana : *menggelengkan kepala lagi sambil tersenyum, seakan-akan yakin dan pasti*
Gue : Nah, berati lo lagi ngeduain cowok kan?
Hana : ENGGAK! Eh, IYA!
Gue : Misalnya blablabla…. *pret*
Kampret! Hana tahu kalau Joel lagi ngerekam. Dia menutupi kamera sambil marah-marah. Padahal itu gue baru mau nanya-nanya. Sial!





