Sebelum kita memasuki pokok permasalahan, gue ingin mengajak kalian untuk mencermati dan memahami isi sebuah video klip beserta lirik lagunya dari band Slank yang berjudul ‘Slank Dance’. Cekiprot!
Kalau gak nongol, kalian buffer disini.
Di bawah ini adalah liriknya:
Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari
Berhayalah seluas biru langit
Berpikirlah sedalam biru laut
Horizontal sama rasa sama rasa
Melihatlah seterang sinar sunset
Menataplahlah sebinar cahaya sunrise
Terang benderang 2x
Buka jendalamu lalu pandanglah
Buka pintu ayo keluarlah
Bebas lepas,lepaskan kebebasan
Sudah lihat videonya? Sudah paham makna liriknya? Kalau belum, jangan terusin postingan ini. Lihat lagi video klipnya sampai paham, sampai capek, sampai mata kalian copot. Oke, gue lebay.
Jadi, pokok permasalahannya ada pada lagu tersebut. Apakah tentang iluminati? Bukaaan.. Lagu ini sama sekali enggak ada unsur iluminatinya. Pornografi? Itu tergantung masing-masing dari kalian menganggap ‘nari-nari setengah telanjang di tengah kota Jakarta’ itu disebut porno atau bukan. Tetapi gue punya pendapat sendiri tentang lagu ini. Menurut hasil analisis gue (atau lebih tepatnya hasil semedi di toilet), lagu ini dibuat khusus untuk KEONG! IYAK, K-E-O-N-G! SUMPAH, KEEOONNGG!!
What the pret?! KEONG?! Maksud loh, Us?
Santai.. santai.. Jangan lebay gitu (perasaan yang lebay gue deh). Gue akan menjelaskan kenapa gue bisa berpendapat seperti itu.
Pertama, coba kita tengok lagi liriknya.
Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari
Abis baca lirik di atas, gue teringat pada masa-masa ketika gue masih SD. Di SD gue, biasanya banyak paman-paman yang jualan mainan, makanan dan lain-lain di dekat sekolah. Ada paman mainan anak-anak, ada paman jualan cilok, ada paman jualan poster Akademi Fantasi Indosiar atau AFI (biasanya ngejual poster Veri, Mawar, dkk) dan ada juga paman ‘cabutan’. By the way, what is ’cabutan’? Well, gue juga bingung gimana ngejelasinnya. Nah, yang paling aneh, di sekolah gue ada paman yang jualan keong. Mungkin di SD kalian dulu juga ada paman yang jualan keong.
Gue, waktu masih SD, sering banget dibegoin sama paman-paman. Gue pernah dibegoin sama paman keong. Seorang paman keong pernah bilang ke gue, “Keong ini bisa dijadiin mainan dek. Bisa diadu sama keong temen-temen kamu yang lain. Siapa yang jago, dia yang menang.” Gue percaya aja tuh sama paman keong dan akhirnya membawa pulang salah satu keong yang lagi apes saat itu. Gue pun sukses dibegoin paman keong.
Keesokan harinya di sekolah, ternyata temen-temen gue yang lain juga bawa keong jagoannya masing-masing. Pada waktu gue ingin mengadu keong gue, si keong ini gak mau keluar dari cangkangnya. Gue bingung, akhirnya gue ketok-ketok ke meja. Lalu temen gue bilang sambil mencontohkan, “Salah kalo gitu caranya. Yang bener itu ditiup. Haah haah..”
Berhubung dulu gue jarang make otak, gue kerjain aja apa kata temen gue itu. Gue tiup lubang di cangkangnya. Maksud ‘ditiup’ disini bukan meniup dengan mulut pada posisi monyong tapi ‘ditiup’ dengan mulut pada posisi mangap. “Haah.. haah..”, tiup gue.
Setelah meniup-niup berapa kali, keong gue tetep enggak nongol-nongol. Pada saat gue menginjak dewasa, gue jadi berpikir, “kok punya temen bego gitu ya?” Ya jelas aja gak nongol karena si keong itu kena radang paru-paru abis nyium jigong gue. Mungkin yang ada di otak temen gue saat itu adalah: apabila gue menghembuskan udara ‘kurang sedap’ melalui mulut, si keong akan menciumnya sehingga kebauan, lalu dia keluar cangkang dan marah-marah ke gue dengan bahasa keong. Dan tentunya gue lebih bego lagi, mau-maunya nurutin apa kata dia.
Seandainya dulu lagu Slank Dance sudah diciptakan, mungkin saat itu gue akan meniup sambil menyanyi.
Jangan takut.. haah.. keluarlah.. haah..
Hadapi dunia dengan.. haah.. menari
“Mungkin, si pencipta lagu ini punya kenangan yang manis sama keongnya. Atau, dulu dia seorang paman keong. Entahlah..”, pikir gue.
Untuk video klipnya, gue sangat sangat tidak setuju. Dalam video klip itu personel-personel Slank sedang menari sambil telanjang dada. Gue gak tahu mereka sedang menari apa. Yang jelas bukan tarian suedati, apalagi striptease. Apakah tarian keong? But, hey! Tapi itu jelek banget! Gak mirip banget sama keong! Gue gak terima! (ini kok jadi gue yang ribet?)
Saran gue yah, seharusnya video klip Slank Dance itu jalan ceritanya kayak gini:
“Suatu hari di bawah terik matahari, seorang anak SD sedang asyik ngobrol-ngobrol sama paman keong. Tak berapa lama anak SD itu membeli sebuah keong karena dibegoin pamannya. Keesokan harinya ia mengadu keong miliknya dengan keong temannya. Tapi sayangnya, keong anak SD itu gak mau keluar dari cangkang. Jadilah dia menyanyi-nyanyi ‘Slank Dance’ biar keong itu nongol sambil meniup dengan mulut pada posisi mangap… Tamat.”
Bagaimana? Saran gue manteb kan? Yaiyalaaah.. Gue gitu. Maaf nih ya, bukannya sombong atau apa. Ya emang begitu sih kenyataannya. Ah sudahlah. Btw, gue minta maaf buat temen-temen Slankers atau pihak-pihak yang tersinggung. Gue cuman pengin lucu-lucuan aja kok. Hihihi.
Dadah Bye-bye..
Salam Putri Keong,






